Soeharto dan Reformasi
Masa masa tahun 1998 di kantor DPR sangat ramai dengan tuntutan mahasiswa yang menginginkan soeharto turun jabatan sebagai presiden indonesia, sebelum itu ibu tien soeharto sebelum kematiannya pernah berkata "bapak ndak usah jadi lagi pkoknya bapak sudah tua" yang artinya ibu tien kasihan terhadap pak harto tetapi setelah kematian ibu tien justru pak harto terpilih lagi sebagai presiden, inilah yang menyebabkan keraguan beberapa mahasiswa karena soeharto dianggap telah otoriter dan cenderung memiliki sifat diktator dan juga pada masa pemerintahan soeharto krisis moneter terjadi sehingga membuat jakarta sangat rusuh dan aktivis aktivis banyak memunculkan diri, para mahasiswa berusaha memasuki gedung dpr secara paksa sampai menimbulkan korban tewas dan beberapa aktivis banyak yang hilang dan akhirny Gedung DPR dikuasai mahasiswa sehingga soeharto mau mengundurkan diri dan digantikan oleh bj habibie.
Krisis finansial Asia atau Krisis Moneter yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidakpuasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang menyebabkan 4 mahasiswa tertembak mati kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang menyebabkan 4 mahasiswa tertembak mati kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Dan setelah terjadi reformasi berikut beberapa peristiwa yang terjadi di indonesia pada masa Bj Habibie dan Abdurachman Wachied
-Peristiwa-
1999
- Kekerasan etnis/agama terjadi di Maluku
- Pemisahan Timor Timur menjadi negara merdeka melalui referendum yang disponsori oleh PBB; konflik antar pro-kemerdekaan dan pro-Indonesia menimbulkan banyak korban jiwa.
- Pemilu 1999 - Pemilihan umum yang bebas diselenggarakan di Indonesia
- Pengangkatan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden.
Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999 (lihat: Pemilu 1999), partai PDI-P pimpinan Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapi karena jabatan presiden masih dipilih oleh MPR saat itu, Megawati tidak secara langsung menjadi presiden. Abdurrahman Wahid, pemimpin PKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu, terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai wakil presiden.
Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR.
Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR.
Haip gaaesss
BalasHapus